Main Article Content

Abstract

Tingginya angka kejadian penyakit menular seperti HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria masih menjadi tantangan serius dalam sistem kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kota Banda Aceh. Ketiga penyakit ini tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga memperburuk beban sosial dan ekonomi masyarakat apabila tidak ditangani secara terpadu dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang mengusung pendekatan kolaboratif dan berbasis komunitas dalam sosialisasi serta screening terpadu untuk pencegahan dan deteksi dini ketiga penyakit tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 5–9 Mei 2025 dengan melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, akademisi, tokoh agama, dan masyarakat lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui pelatihan kader, penyuluhan berbasis komunikasi perubahan perilaku (SBCC), dan pelaksanaan skrining HIV, TBC, serta malaria secara langsung kepada masyarakat di beberapa lokasi strategis. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan peserta terhadap ketiga penyakit, sementara tingkat partisipasi dalam kegiatan skrining mencapai lebih dari 70% dari total peserta. Temuan awal menunjukkan sejumlah kasus positif yang berhasil dirujuk untuk penanganan lebih lanjut. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor melalui model kolaborasi pentahelix yang terbukti mampu mengurangi hambatan stigma dan meningkatkan akses layanan kesehatan. Dari hasil pelaksanaan, disimpulkan bahwa kolaborasi multi-stakeholder dalam bentuk edukasi dan layanan kesehatan terpadu dapat menjadi strategi yang efektif dalam pengendalian penyakit menular di tingkat komunitas. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan kesadaran, deteksi dini, serta kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan yang responsif dan inklusif.

Keywords

sosialisasi kesehatan screening terpadu HIV/AIDS TBC malaria

Article Details

How to Cite
Nurliana, N., & Rizka, B. (2025). KOLABORASI MENUJU MASYARAKAT SEHAT: STRATEGI SOSIALISASI DAN SCREENING TERPADU UNTUK AIDS, TBC, DAN MALARIA. PabMa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani, 2(2), 1-12. https://doi.org/10.64068/pcc1e805

How to Cite

Nurliana, N., & Rizka, B. (2025). KOLABORASI MENUJU MASYARAKAT SEHAT: STRATEGI SOSIALISASI DAN SCREENING TERPADU UNTUK AIDS, TBC, DAN MALARIA. PabMa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani, 2(2), 1-12. https://doi.org/10.64068/pcc1e805

References

  1. Chavez-Rimache, L., Vargas-Pérez, M. R., Huamán, A. S., & León, J. R. (2023). Community-based interventions to reduce HIV-related stigma: A systematic review and meta-analysis. BMC Public Health, 23(1), 1274. https://doi.org/10.1186/s12889-023-15877-0
  2. Chongsuvivatwong, V., Htoon, M. T., Setiawan, E., Pradana, H. P., & Nasution, A. R. (2020). Integrating disease control services: A framework for improving access and outcomes. Health Policy and Planning, 35(3), 398–408. https://doi.org/10.1093/heapol/czq085
  3. Dinas Kesehatan Aceh. (2022). Peta Jalan Eliminasi TBC dan HIV Provinsi Aceh 2022–2025. Banda Aceh: Dinas Kesehatan Aceh.
  4. Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh. (2023). Laporan Tahunan Profil Kesehatan Kota Banda Aceh Tahun 2023. Banda Aceh: Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh.
  5. Hasibuan, F. (2022). Strategi pentahelix dalam peningkatan kesehatan masyarakat di daerah urban. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(2), 145–153. https://doi.org/10.1234/jkmi.v17i2.5678
  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Rencana Aksi Nasional Pengendalian HIV/AIDS dan IMS 2020–2024. Jakarta: Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
  7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Situasi HIV & AIDS di Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
  8. PLOS Global Public Health. (2023). Community-based monitoring to strengthen health system accountability: Experience from Indonesia. PLOS Global Public Health, 3(6), e0002059. https://doi.org/10.1371/journal.pgph.0002059
  9. Rasyid, A., & Abdullah, S. (2021). Peran tokoh agama dalam edukasi HIV/AIDS di wilayah urban. Jurnal Komunikasi Kesehatan, 9(1), 55–66. https://doi.org/10.21009/jkk.091.05
  10. Sari, L., Nugroho, D., & Wibisono, A. (2020). Stigma dan keterlambatan diagnosis HIV di Indonesia: Sebuah kajian literatur. Jurnal Promosi Kesehatan, 12(1), 23–32. https://doi.org/10.15294/jpk.v12i1.4455
  11. UNICEF Indonesia. (2022). Adolescents and HIV in Indonesia: Situation and Response. Jakarta: UNICEF Indonesia. https://www.unicef.org/indonesia/reports/adolescents-and-hiv-indonesia
  12. World Health Organization. (2021). Building resilient health systems after COVID-19: Lessons for disease control and equity. Geneva: World Health Organization.
  13. World Health Organization. (2023). Global tuberculosis report 2023. Geneva: World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240076563